Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menegaskan bahwa Pagelaran Seni PGMI tidak sekadar menjadi kegiatan internal mahasiswa, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, dan kompetensi calon guru kepada masyarakat serta mitra pendidikan.
96 Mahasiswa PGMI Tampilkan Hasil Pembelajaran Seni
“Mahasiswa PGMI dibekali empat bidang seni, yaitu seni rupa, seni musik, seni teater, dan seni tari. Sebanyak 96 mahasiswa yang tampil malam ini merupakan representasi hasil pembelajaran tersebut. Kemampuan seni ini nantinya akan menjadi bekal penting saat mereka melaksanakan praktik dan magang di sekolah-sekolah, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik,” tuturnya.
Bekal seni tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan tampil di atas panggung. Lebih jauh, mahasiswa dapat mengintegrasikan unsur seni ke dalam proses pembelajaran ketika kelak menjadi guru kelas di MI maupun SD.
Dekan FTIK Apresiasi Kreativitas Mahasiswa PGMI
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIN Palangka Raya, Dr. Yatin Mulyono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen pembimbing, dan mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pagelaran tersebut. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan mahasiswa PGMI yang telah menghadirkan pagelaran seni yang luar biasa ini. Fakultas sangat mendukung kegiatan seperti ini karena menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi mahasiswa kepada masyarakat. Kami berharap kemampuan seni yang dimiliki mahasiswa dapat terus berkembang, mampu berkompetisi di berbagai tingkat, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.
Dukungan fakultas terhadap kegiatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pengembangan bakat, karakter, kreativitas, dan keterampilan mahasiswa. Pagelaran seni seperti ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam bekerja sama, membangun komunikasi, mengatur pertunjukan, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Video Trailer Bangun Antusiasme Penonton
Tayangan pembuka itu berhasil membangun antusiasme penonton sebelum memasuki rangkaian inti pagelaran. Suasana semakin meriah ketika Paduan Suara PGMI membuka penampilan dengan membawakan Mars Kalimantan Tengah penuh semangat. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan nuansa musikal, tetapi juga menggambarkan kecintaan terhadap daerah, semangat persatuan, serta kebanggaan terhadap identitas budaya Kalimantan Tengah.
Tari, Teater, Musik hingga Budaya Nusantara Meriahkan Panggung
Malam pagelaran semakin semarak melalui berbagai pertunjukan yang memadukan unsur seni, budaya, kreativitas, dan pendidikan. Mahasiswa menampilkan beragam karya, antara lain Tari Nirmala, drama teatrikal, musikalisasi puisi, Tari Zapin Melayu, pembacaan puisi, Madihin, drama monolog, Tari Pesisir, vokal solo, silat tari, Tari Payung Fantasi, drama kabaret, Tari Pedalaman, serta sejumlah tari kreasi lainnya.
Keragaman pertunjukan tersebut memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Nusantara yang dikemas secara kreatif oleh mahasiswa. Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para penonton. Di balik pertunjukan yang menghibur, berbagai karya tersebut juga membawa pesan moral, sosial, pendidikan, dan budaya. Mahasiswa tidak hanya belajar tampil, tetapi juga belajar bagaimana seni dapat digunakan sebagai media komunikasi dan penyampaian pesan kepada masyarakat.
Seni Jadi Bekal Penting Calon Guru MI dan SD
Bagi mahasiswa PGMI, kemampuan seni memiliki hubungan yang erat dengan profesi sebagai calon guru kelas. Guru pada jenjang MI dan SD dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. Seni dapat menjadi media efektif untuk membantu siswa memahami materi, menumbuhkan kepercayaan diri, melatih komunikasi, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kepekaan sosial dan emosional. Melalui seni musik, tari, rupa, maupun teater, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan bermakna.
Karena itu, Pagelaran Seni PGMI 2026 menjadi bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang kreatif, adaptif, inovatif, dan berkarakter. Mahasiswa belajar bahwa seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga instrumen pendidikan yang dapat digunakan untuk memperkuat pembelajaran sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.
PGMI UIN Palangka Raya Dorong Pendidikan Kreatif dan Berbudaya
Pagelaran Seni PGMI UIN Palangka Raya Tahun 2026 menunjukkan komitmen program studi dalam membangun kualitas mahasiswa melalui pendidikan yang utuh. Kompetensi calon guru tidak hanya dibangun melalui perkuliahan di kelas, tetapi juga melalui kegiatan kreatif yang mengasah kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengekspresikan gagasan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya. Melalui berbagai tari tradisional, musik, puisi, teater, dan seni pertunjukan lainnya, mahasiswa ikut memperkenalkan serta menghidupkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Dengan demikian, mahasiswa PGMI tidak hanya dipersiapkan sebagai calon guru yang cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kemampuan menjadi agen pelestari nilai-nilai lokal maupun nasional. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Pagelaran Seni PGMI UIN Palangka Raya 2026 menjadi panggung inspiratif yang memperlihatkan wajah pendidikan masa depan: kreatif, humanis, inovatif, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa.
0 Komentar