Palangka Raya – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Sulistyowati, M.Pd.I., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Punggawa Madrasah Nasional Indonesia Kota Palangka Raya.
Kegiatan yang berlangsung pada 11 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di Aula MTsN 1 Kota Palangka Raya dan diikuti oleh para pendidik dari berbagai jenjang madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Palangka Raya.
Kehadiran dosen PGMI UIN Palangka Raya sebagai narasumber menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru madrasah, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran.
Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Kompetensi Guru Madrasah
Dalam lingkungan madrasah, pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai positif peserta didik.
Karena itu, pemahaman guru terhadap pendekatan pembelajaran yang mampu membangun suasana pendidikan yang positif menjadi hal penting. Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang belajar yang mendorong peserta didik untuk berkembang, baik dari sisi pengetahuan maupun karakter.
Melalui kegiatan Bimtek KBC, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan mendiskusikan penerapan pendekatan tersebut sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.
Sulistyowati, M.Pd.I. Berbagi Perspektif Akademik
Bagi Program Studi PGMI, keterlibatan dosen dalam kegiatan pengembangan profesional guru juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kegiatan seperti ini membuka ruang interaksi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. Guru dapat menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, sementara narasumber memberikan perspektif berdasarkan keilmuan dan pengalaman akademik.
Diikuti Guru RA, MI, MTs, dan MA se-Kota Palangka Raya
Keberagaman peserta memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Setiap jenjang memiliki karakteristik peserta didik, kebutuhan pembelajaran, serta tantangan pendidikan yang berbeda.
Guru RA, misalnya, berhadapan dengan peserta didik pada tahap pendidikan anak usia dini yang membutuhkan pendekatan pembelajaran sesuai dengan perkembangan anak. Sementara itu, guru MI, MTs, dan MA menghadapi karakteristik peserta didik yang semakin kompleks sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
Dengan demikian, pemahaman mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dapat dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik pada masing-masing satuan pendidikan.
Pendidikan Berbasis Nilai untuk Membentuk Karakter Peserta Didik
Pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran. Proses pendidikan juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai, membentuk karakter, serta membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik.
Pendekatan berbasis cinta dapat menjadi salah satu perspektif dalam membangun proses pembelajaran yang lebih manusiawi. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong peserta didik merasa dihargai, diperhatikan, dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.
Dalam praktiknya, nilai-nilai tersebut dapat tercermin melalui komunikasi antara guru dan peserta didik, strategi pembelajaran, pemberian apresiasi, pengelolaan kelas, serta cara guru memberikan pendampingan kepada peserta didik.
Guru sebagai pendidik memiliki posisi penting dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Mendorong Sinergi Perguruan Tinggi dan Madrasah
Keterlibatan dosen PGMI UIN Palangka Raya dalam kegiatan Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan di daerah.
Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan profesional tenaga pendidik. Sebaliknya, guru dan madrasah memiliki pengalaman praktis yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi dunia akademik.
Sinergi tersebut dapat menciptakan hubungan yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan pelatihan, seminar, bimbingan teknis, maupun forum diskusi menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Bagi Program Studi PGMI UIN Palangka Raya, keterlibatan dosen dalam kegiatan pendidikan masyarakat juga menjadi bagian dari pelaksanaan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan.
Perkuat Profesionalitas Guru di Era Perubahan Pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, dinamika peserta didik, serta kebutuhan masyarakat membuat profesi guru membutuhkan kemampuan adaptasi yang berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu ruang bagi guru untuk melakukan pengembangan profesional sekaligus memperkaya perspektif dalam melaksanakan pembelajaran.
Guru tidak hanya dituntut memahami perangkat dan struktur kurikulum, tetapi juga perlu mampu menerjemahkan prinsip-prinsip pendidikan ke dalam praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini, diharapkan para guru semakin siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Kontribusi PGMI UIN Palangka Raya bagi Dunia Pendidikan
Keterlibatan Sulistyowati, M.Pd.I., sebagai narasumber dalam Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi UIN Palangka Raya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Program Studi PGMI sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kompetensi guru dan pendidikan dasar berbasis madrasah.
Melalui kolaborasi antara akademisi, guru, dan lembaga pendidikan, berbagai gagasan mengenai pengembangan pembelajaran dapat terus didiskusikan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan pada 11 Juni 2026 di Aula MTsN 1 Kota Palangka Raya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para guru peserta sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan madrasah.
Kehadiran dosen PGMI UIN Palangka Raya sebagai narasumber juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan profesional guru serta mendorong terciptanya proses pendidikan yang berorientasi pada pengetahuan, karakter, dan perkembangan peserta didik.
Dengan sinergi yang terus dibangun antara perguruan tinggi dan madrasah, diharapkan kualitas pendidikan di Kota Palangka Raya dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi generasi penerus.*bri
0 Komentar