Jumat, 23 Februari 2018

SIAPA TAKUT MENULIS

0 komentar
Palangkaraya. Workshop yang diselenggarakan oleh LP2M IAIN Palangka Raya menghadirkan Prof. Dr. Masdar Hilmy, MA dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dr. Ngainum Naim, MHI dari IAIN Tulunggagung yang diikuti seluruh dosen IAIN Palangka Raya khususnya dosen Prodi PGMI.

Pada season pertama, Prof. Masdar menjelaskan bahwa dalam penelitian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, sense of crises (bagian dari idea of novelty), Tahapan/ Prosedur analisis data (data reduction, data display, dan conclusion drawing & verification), pengumpulan data, menyusun Intrumen, metode analisis data, dan sistematika penulisan. Bagian-bagian ini sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil dari penelitian yang dilakukan.

Selanjutnya di season kedua Dr. Ngainun memulai materinya dengan mengatakan bahwa, pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menulis, hanya saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang sehingga tidak mau menulis. Pertama, seseorang kesulitan memulai menulis, karena kebingungan harus memulai dari mana. Kedua, banyaknya gagasan yang dimiliki sehingga sulit dalam pengorganisasian gagasan tersebut. Ketiga, kemacetan/ tersendat-sendat dalam menulis. Keempat, ketika menemui kesulitan kepada siapa meminta pendapat, referensi, kesalahan dalam tanda baca dan sebagainya. Kelima, akankah bisa menyelesaikan tulisan, dan apabila sudah selesai kemana akan menerbitkan. Semua hambatan tersebut bisa diatasi dengan menghilangkan anggapan bahwa menulis itu bukanlah hal yang sulit. Menulis tidak membutuhkan bakat khusus, menulis adalah sebuah keterampilan yang didapat dengan cara dilatih secara terus menerus dan konsisten. Dengan langkah-langka ini diharapkan seseorang yang memulai menulis menjadi yakin bisa menghasilkan karya tulisan atau buku.


Dr. Ngainun menambahkan, menulis menjadi hal yang menyenangkan apabila penulis tahu teknik yang efektif untuk menulis buku, meluangkan waktu, berlatih terus menerus, motivasi yang kuat, dan tidak pernah putus asa. Yang tidak kalah penting adalah bahwa secara sederhana menulis membutuhkan tiga tahap. Tahap pertama yaitu persiapan, yang dimulai dengan membuat kerangka tulisan, mengumpulkan bahan dengan media yang dimiliki atau yang disenangi (Handphone, buku, atau komputer). Tahap kedua, yaitu penulisan yang dimulai dengan hal yang paling disukai dan dikuasi secara sedikit demi sedikit dan konsisten. Tahap yang ketiga yaitu perbaikan/ revisi. Merevisi merupakan kegiatan mengoreksi kembali tulisan yang selesai diketik. Kegiatan ini dilakukan setelah pengetikan seluruhnya selesai. Hal ini dilakukan karena menulis sambil mengedit bukanlah proses penulisan yang baik. Kemudian mintalah masukan dari teman yang memiliki perspektif yang dapat memperkaya tulisan. Tahap terakhir pelajari secara cermat tulisan yang dibuat dan jangan lupa mengarsipkan.

“Ingatan bisa hilang, tetapi tulisan akan selalu mengigatkan” (Dr. Ngainun Naim) 

Read more...

Jumat, 16 Februari 2018

WASPADA KANKER SERVIKS

0 komentar
IAIN Palangkaraya, 16 Februari 2018. Seminar Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) di Aula FTIK IAIN Palangka Raya dengan tema “Pencegahan kanker Serviks Bagi Wanita” yang disampaikan oleh Hj. Indah Nur Aini dari Gerakan Peduli Kanker Serviks (GPKS) Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PGMI Ibu Asmawati, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Seminar Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) ini sangatlah penting, karena banyak sekali yang belum mengetahui sebab maupun ciri seseorang yang mengidap penyakit kanker serviks. Kanker serviks bisa menyerang perempuan dan laki-laki yang menyebabkan kematian. Kegiatan seminar ini sangat berguna bagi mahasiswa/i Prodi PGMI untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman sejak dini cara mengantisipasi penyakit kanker serviks.

Menurut Ibu Indah, setiap manusia mempunyai sel kanker yang bisa menjadi ganas atau berbahaya disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Faktor keturunan (gen yang diturunkan)
2. Zat kimia. Makanan yang berpengawet, instan, memakai pemanis buatan jika sering dikonsumsi akan mengendap di dalam tubuh, menggerak dan menghambat aliran darah sehingga mengganggu organ tubuh.
3. Lingkungan. Polusi udara dari kendaraan, asap rokok, pembakaran sampah yang dihirup setiap hari juga bisa mengakibatkan kanker. Selain itu kanker serviks juga bisa timbul akibat seks bebas, gonta-ganti pasangan, buang air di toilet yang kotor dan sebagainya.


Indonesia adalah negara dengan peringkat pertama pengidap penyakit kanker serviks yang mengakibatkan kematian dan yang kedua penyakit jantung. Sudah 40 tahun kanker serviks membunuh masyarakat indonesia, diperlukan pengetahuan dan pemahaman untuk mengantisipasi kanker ini agar tidak semakin banyak korban yang meninggal.







Read more...

Senin, 12 Februari 2018

Fitri Hadriani Raih Prestasi melalui Menulis, Ini Ceritanya

0 komentar

"Menulis adalah passion ku semenjak kecil sebab huruf adalah sahabat sejati yang tak bisa hilang meski ribuan manusia hilang lenyap silih berganti."
"Menulis ibarat sebatang kayu tanpa arti jika tak dibarengi dengan intelektual si penulis sendiri. Namaku Hadrian wall dan ini aku.
Aku penulis awam yang belajar untuk bisa, mengikuti berbagai perlombaan. jatuh bangun sampai suatu hari kudapati info sebuah event membuat antologi cerpen dan kucoba mengikutinya. Sejujurnya aku tidak pernah membuat cerpen dengan serius, dari dulu pun aku selalu menulis puisi saja, tapi apa salahnya mencoba dan sebut saja ini keberuntungan tulisanku berhasil menjadi yang terbaik dari sekian banyak tulisan lainnya.
Event tersebut diadakan oleh penerbit rumedia pada bulan mei 2017 dengan tema JOMBLO dan judul buku "Tak Segalau Jomblo Yang Lain" hasil tulisan tersebut telah dibukukan, hal ini sangat membanggakan karena ini cerpen yang pertama  kubuat untuk kosumsi publik dan ternyata bisa meraih juara terbaik.
Harapanku singkat saja, aku ingin semua orang membaca. entah hanya sekedar potongan kata atau sehalaman buku setiap harinya, aku tau membiasakan sesuatu tidak mudah, tapi apa yang tidak mungkin terjadi di kehidupan ini? jadi jangan ragu untuk berkarya sebab mungkin nanti Namamu tidak di ingat lagi namun karyamu akan tetap abadi.


Read more...

Kamis, 08 Februari 2018

LPM Al-Mumtaz kirim mahasiswa PGMI IAIN Palangkaraya Ke Yogyakarta

0 komentar
https://1.bp.blogspot.com/-f_9d2yL-RTc/WY8WbRB4LLI/AAAAAAAAABE/Sylbu4DazpAQTRNqMYbR9-h1hr_Wu7Z1QCLcBGAs/s1600/Khairan.jpgIAIN Palangka Raya – LPM Al-Mumtaz mendelegasikan anggotanya Khairan untuk ikut serta dalam kegiatan pengembangan jurnalistik mahasiswa tingkat nasional yang diikuti seluruh perwakilan LPM se-Indonesia. Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada 27–29 Juli 2017 di hotel Cavinton, Jogjakarta.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Nizar, M.A, mengatakan mahasiswa yang begabung dan bergiat di LPM akan mempumyai nilai lebih tentang beberapa hal. Dengan budaya membaca yang selalu dipupuk, pegiat jurnalistik mahasiswa akan selalu memperbarui informasinya dan menganalisa dalam bentuk tulisan.
“Saya bisa pastikan, pegiat-pegiat jurnalistik mahasiswa yang tergabung dalam pers mahasiswa adalah aktivis terbaik dan berkualitas melebihi aktivis-aktivis kampus lainya”, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sarpras dan Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ruchman Bashori mengungkapkan ini berawal dari pengamatan melihat potensi mahasiswa yanag bernaung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM).
“Saya melihat ada banyak potensi dalam diri setiap pegiat persma yang nantinya akan menjadi kaum cendikia dimassa mendatang”, ungkapnya di Aula Hoten Cavinton (27/07/17).
Pengembangan jurnalist itu ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh seluruh LPM se- Indonesia di bawah naungan PTKI,  pertama;  penulisan succes story Mahasiswa BidikMisi PTKIN dan Mahasiswa BidikMisi prestasi di PTKIS, (kriteria : mempunyai prestasi dan unik). Kedua;  kompetensi majalah mahasiswa (penilaian: tiga terbitan terakhir, kontinuitas, konten, dll). Ketiga; pendis exspo : pemenang di undang ke pendis exspo dan peliputan pendis exspo), jelasnya kepada peserta.
Dengan adanya pengembangan jurnalist ini di harapkan Lembaga Pers Mahasiswa se-Indonesia menjadi insan pers mahasiswa yang bersemangat dalam berproses menulis dan pewaris intelektualitas yang mampu bersaing dengan kampus-kampus umum, tambahnya.

Kutip: repost from: http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
Read more...

Rabu, 07 Februari 2018

CALON GURU HARUS BISA KESENIAN LOKAL !!!

0 komentar
Seni Tari Dayak adalah: kesenian tari tradisional masyarakat Dayak yang berhubungan dengan latar belakang budaya yang masih terpelihara di antara sub suku bangsa Dayak secara umum. Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Pulau Kalimantan terbagi berdasarkan wilayah Administratif yang mengatur wilayahnya masing-masing terdiri dari: Kalimantan Timur Ibu kotanya Samarinda, Kalimantan Selatan dengan Ibu Kotanya Banjarmasin, Kalimantan Tengah Ibu Kotanya Palangka Raya, dan Kalimantan Barat Ibu Kotanya Pontianak.(Wikipedia)

Mayoritas ethnis yang mendiami Kalimantan Tengah adalah ethnis Dayak, yang terbesar suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Maanyan, Dusun, dsb. Sedangkan agama yang mereka anut sangat variatif. Dayak yang beragama Islam di Kalimantan Tengah, tetap mempertahankan ethnis Dayaknya, demikian juga bagi Dayak yang masuk agama Kristen. Agama asli suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah Kaharingan, yang merupakan agama asli yang lahir dari budaya setempat sebelum bangsa Indonesia mengenal agama pertama yakni Hindu. Karena Hindu telah menyebar luas di dunia terutama Indonesia dan lebih dikenal luas, jika dibandingkan dengan agama suku Dayak, maka Agama Kaharingan dikategorikan ke cabang agama Hindu.(Wikipedia)

Program studi PGMI IAIN Palangka Raya mengembangkan bakat mahasiswa dalam bidang seni budaya lokal yang berciri khas Islami. Seni tari Dayak merupakan salah satu kesenian Suku Dayak di Kalimantan. Seni tari Dayak yang tradisional kemudian divariasi oleh mahasiswa PGMI IAIN Palangka Raya dari sudut segi pakaian adat yang lebih sopan dan Islami.

Kelompok tari Prodi PGMI IAIN Palangka Raya bersama Ketua Program Studi PGMI IAIN Palangka Raya.


Tim tari Prodi PGMI IAIN Palangka Raya.


Kelompok tari Prodi PGMI IAIN Palangka Raya saat setelah latihan bersama.


Foto Ketua Prodi PGMI IAIN Palangka Raya Asmawati, M.Pd bersama penari Dayak dan mahasiswa PGMI IAIN Palangka Raya.
Read more...

Selasa, 06 Februari 2018

MA'HAD ALJAMI'AH DAN MAHASISWA PGMI

0 komentar
MAHASISWA PGMI MENDUKUNG PROGRAM  MA'HAD AL JAMI'AH

Sebagai instansi pendidikan yang berupaya mengsinergikan antara ilmu dunia dan akhirat menjadikan IAIN Palangka Raya menyadari dengan potensi dan kekuatan bahkan kelemahan Kalimantan Tengah untuk mensukseskan program ma'had. Program ini dikhususkan bagi mahasiswa semester baru atau awal. Mahasiswa baru dituntut mengikuti program ini dikarenakan hal tersebut menjadi sebuah keuntungan dari sebuah keharusan mengikuti program tersebut. 
Tantangan Perguruan Tinggi dewsa ini juga adalah semakin dituntutnya penguasaan terhadap bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Arab. sehingga program ini memang akan sangat menguntungkan bagi mahasiswa IAIN Palangka Raya. terkait hal tersebut Prodi PGMI dalam hal ini adalah para mahasiswa menyambut dengan antusias program ini dan mengikuti dengan tekun kegiatan ini. terkait informasi apapun terkait ma'had dapat dilihat melalui link berikut http://aljamiah.iain-palangkaraya.ac.id/ dan informasi pendafataran dapat dilihat pada tautan berikut http://aljamiah.iain-palangkaraya.ac.id/2018/05/informasi-mekanisme-pendaftaran-mahad.html 
Ma'had al jamiah menjadi sebuah upaya nyata untuk membekali generasi penerus dengan kegiatan yang Islami dan positif. 

Read more...